Selasa, 29 September 2015

TERPESONA DUNIA FANA




Jika kita cermati,saat ini sebahagian besar manusia amat terpesona dengan dunia, dunia yang fana ini ia jadikan tujuan hidup, akibatnya ia terlupa ada kehidupan berikut yang kekal, abadi selamanya.

Hingga jatah manusia yang diberikan Allah SWT ia habiskan untuk mendapatkan kenikmatan semu yang sipatnya sementara.

Betapa banyak kita saksikan manusia yang dirasuki pesona dunia. Hingga ia kian dibutakan kerasukan, dan hatinya tertutup dari cahaya kebenaran.

Beragam nasehat yang diberikan kepadanya taklagi mempan. Matanya buta oleh kenikmatan dunia, telinganyapun telah tuli oleh kenikmatan fana.
Diantara tanda tanda yang menunjukkan bahwa seseorang telah terpesona oleh dunia adalah besarnya keinginan kepada jabatan, harta kekayaan, dan popularitas. Seolah tujuan hidupnya hanya untuk hal hal seperti demikian.

Padahal sesuai dengan penjelasan Alquan, tujuan hidup manusia diatas dunia ini adalah untuk beribadah semata.

Hal tersebut tampak dari banyaknya manusia yg berlomba lomba mencari kekayaan, jabatan dan populeritas diri. Untuk mendapatkan segalanya itu,apa saja rela dia korbankan.

Ada yg hidupnya telah kaya raya, namun karena terpesona dengan dunia, ia masih saja melakukan tindakan korupsi, seakan tak pernah merasa puas akan harta yang ia miliki.

Adapula yang melakukan tipu muslihat, demi mendapatkan ketenaran dan jabatan yang diinginkan, seolah semua itu akan ia emban selamanya.
Sementara itu dimana mana mesjid dan mushalla kian sepi. Begitu banyak umat islam yang mengerjakan sholat berjamaah dihari jumat semata , bahkan ada yang datang ke mesjid sekali setahun ketika sholat pada hari raya, sementara dihari biasa hanya ada tua renta dan orangnya itu keitu saja.

Memang dunia sangat indah  dengan segala rayuannya yg cukup menggoda. Tapi bagi orang yang beriman, semuanya itu adalah ujian yang harus ditaklukkan, bukannya untuk diikuti. sebab orang yg mengaku dirinya beriman tak akan tertipu untuk mencintai sebuah tempat yang hanya sementara, dan selalu ingat bahwa ada kehidupan selanjutnya yg kekal dan abadi.

Alquran dan hadis telah memberikan gambaran  yg jelas tentang hakikat dunia, dunia ibarat sebuah tempat persinggahan, sedangkan tujuan akhir adalah akhirat. Karena itu, hendaklah seorang muslim senantiasa beribadah kepada allah SWT. dan melakukan kebaikan seta ketaqwaan. hingga tidak tertipu oleh keindahan dunia yang meperdaya.
Sesungguhnya, pesona dunia hanya akan membawa seseorang kepada panjang angan angan, enggan beribadah, hati yang dilumuri kotoran, dan perbuatan yang penuh keburukan. Disamping itu, jikalau seseorang telah terpesona oleh kemilaunya dunia segala sesuatu akan ia ukur dari sudut pandang dunia semata, untungn rugi akan menjadi pertimbangannya dalam melakukan sebuah pekerjaan. Sementara pahala dan dosa baginya urusan belakangan, dan tidak terlalu penting untuk ia pikirkan.

Akhirnya, berbagai carapun akan ia lakukan, demi mendapatkan apa yang ia inginkan, tak peduli lagi apa cara tersebut halal atau haram.
Salah satu hal yang dapat menjauhkan dari jeratan  pesona dunia adalah dengan sering sering mengingat kematian, harus disadari cepat atau lambat jatah hidup ini akan sampai jua pada titik penghabisan, kelak disuatu masa roh akan melayang  dan tak mungkin kembali lagi kedalam jasad yang sudah puluhan tahun  menjadi tempat bersemayamnya.

Sayangnya banyak manusia yang  terlupa dan lalai akan kematian tersebut. Ia seolah tak menyadari bahwa kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja, tak seorangpun tahu kapan saja dan dimana saja, tak seorang pun tahu kapan dan dimana ia akan tiba.

Semoga saja kita termasuk orang orang  yg tidak terpesona oleh dunia dan selalu mengingat akan kematian. Tanamkan dalam jiwa bahwa dunia hanya sementara dan akhirat adalah kehidupan yang kekal untuk selamanya, dengan demikian  tentu kita akan termotivasi untuk banyak banyak beribadah, hingga kelak tidak menjadi manusia  yang menyesal diakhirat sana. AMIN.

By.BulkainiUsman MD






Tidak ada komentar:

Posting Komentar