Jika kita
cermati,saat ini sebahagian besar manusia amat terpesona dengan dunia, dunia
yang fana ini ia jadikan
tujuan hidup, akibatnya ia terlupa ada kehidupan berikut yang
kekal, abadi selamanya.
Hingga jatah
manusia yang diberikan Allah SWT ia habiskan untuk mendapatkan kenikmatan semu
yang sipatnya sementara.
Betapa banyak kita
saksikan manusia yang dirasuki pesona dunia. Hingga ia kian dibutakan
kerasukan, dan hatinya tertutup dari cahaya kebenaran.
Beragam nasehat
yang diberikan kepadanya taklagi mempan. Matanya buta oleh kenikmatan dunia, telinganyapun
telah tuli oleh kenikmatan fana.
Diantara tanda
tanda yang menunjukkan bahwa seseorang telah terpesona oleh dunia adalah
besarnya keinginan kepada jabatan, harta
kekayaan, dan popularitas. Seolah tujuan hidupnya
hanya untuk hal hal seperti demikian.
Padahal sesuai
dengan penjelasan Alquan, tujuan
hidup manusia diatas dunia ini adalah untuk beribadah semata.
Hal tersebut tampak
dari banyaknya manusia yg berlomba lomba mencari kekayaan, jabatan
dan populeritas diri. Untuk mendapatkan segalanya
itu,apa saja rela dia korbankan.
Ada yg hidupnya
telah kaya raya, namun karena terpesona dengan dunia, ia
masih saja melakukan tindakan korupsi, seakan tak
pernah merasa puas akan harta yang ia miliki.
Adapula yang
melakukan tipu muslihat, demi
mendapatkan ketenaran dan jabatan yang diinginkan, seolah semua itu akan ia
emban selamanya.
Sementara itu
dimana mana mesjid dan mushalla kian sepi. Begitu
banyak umat islam yang mengerjakan sholat berjamaah dihari jumat
semata , bahkan ada yang datang ke mesjid sekali
setahun ketika sholat pada hari raya, sementara
dihari biasa hanya ada tua renta dan orangnya itu keitu saja.
Memang dunia sangat
indah dengan segala rayuannya yg cukup menggoda.
Tapi bagi orang yang beriman, semuanya itu adalah ujian yang harus ditaklukkan, bukannya
untuk diikuti. sebab orang yg mengaku dirinya beriman tak
akan tertipu untuk mencintai sebuah tempat yang hanya
sementara, dan selalu ingat bahwa ada kehidupan
selanjutnya yg kekal dan abadi.
Alquran dan hadis
telah memberikan gambaran yg jelas
tentang hakikat dunia, dunia ibarat sebuah
tempat persinggahan, sedangkan tujuan
akhir adalah akhirat. Karena itu, hendaklah
seorang muslim senantiasa beribadah kepada allah SWT. dan
melakukan kebaikan seta ketaqwaan. hingga
tidak tertipu oleh keindahan dunia yang meperdaya.
Sesungguhnya, pesona
dunia hanya akan membawa seseorang kepada panjang angan angan, enggan
beribadah, hati yang dilumuri kotoran, dan
perbuatan yang penuh keburukan. Disamping itu, jikalau
seseorang telah terpesona oleh kemilaunya dunia segala sesuatu akan ia ukur
dari sudut pandang dunia semata, untungn
rugi akan menjadi pertimbangannya dalam melakukan sebuah pekerjaan. Sementara
pahala dan dosa baginya urusan belakangan, dan
tidak terlalu penting untuk ia pikirkan.
Akhirnya, berbagai
carapun akan ia lakukan, demi mendapatkan
apa yang ia inginkan, tak peduli lagi apa
cara tersebut halal atau haram.
Salah satu hal yang
dapat menjauhkan dari jeratan pesona dunia adalah dengan sering sering
mengingat kematian, harus disadari cepat atau lambat jatah hidup ini akan
sampai jua pada titik penghabisan, kelak
disuatu masa roh akan melayang dan tak mungkin kembali lagi kedalam jasad yang
sudah puluhan tahun menjadi tempat
bersemayamnya.
Sayangnya banyak
manusia yang terlupa dan lalai akan
kematian tersebut. Ia seolah tak menyadari bahwa kematian
bisa datang kapan saja dan dimana saja, tak
seorangpun tahu kapan saja dan dimana saja, tak
seorang pun tahu kapan dan dimana ia akan tiba.
Semoga saja kita
termasuk orang orang yg tidak terpesona
oleh dunia dan selalu mengingat akan kematian. Tanamkan
dalam jiwa bahwa dunia hanya sementara dan akhirat adalah kehidupan yang kekal
untuk selamanya, dengan demikian tentu kita akan termotivasi untuk banyak
banyak beribadah, hingga kelak tidak menjadi manusia yang menyesal diakhirat sana. AMIN.
By.BulkainiUsman MD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar