Disaat
malam datang setelah siang berjalan menuju pagi, mata tak bisa terpejam entah
apa yang menyentuh hati mengusik jiwa.
Ingin
hati ini melelapkan mata namun pikiran, melambung tinggi ke awan, mata menjerit
telinga bergetar, namun mata tetap menatap tak terpejam,
apa
yang sebenarnya kutatap ?
apa
yang sebenarnya kupikirkan ?
apa
yang sebenarnya kuhayalkan ?
telah
ku coba bertanya kepada hati, telah kucoba bertanya kepada pikiran, telah ku
coba bertanya kepada mata dan telinga, namun semuanya menggeleng, semuanya
menjawab tak mengerti.
Otaku
seolah berputar kencang, suaranya membuat telingaku gelisah, pikiranku
bercabang, menciptakan hati yang bimbang.
Tak sabar rasanya menunggu
embun menghilang pagipun datang, menjelang mentari bersinar terang, gemerlap
berubah remang menjadi benderang.
by. imam ratili
Tidak ada komentar:
Posting Komentar