Selasa, 29 September 2015

SAAT MALAM TIBA





Disaat malam datang setelah siang berjalan menuju pagi, mata tak bisa terpejam entah apa yang menyentuh hati mengusik jiwa.

Ingin hati ini melelapkan mata namun pikiran, melambung tinggi ke awan, mata menjerit telinga bergetar, namun mata tetap menatap tak terpejam,

apa yang sebenarnya kutatap ?
apa yang sebenarnya kupikirkan ?
apa yang sebenarnya kuhayalkan ?

telah ku coba bertanya kepada hati, telah kucoba bertanya kepada pikiran, telah ku coba bertanya kepada mata dan telinga, namun semuanya menggeleng, semuanya menjawab tak mengerti.

Otaku seolah berputar kencang, suaranya membuat telingaku gelisah, pikiranku bercabang, menciptakan hati yang bimbang.

Tak sabar rasanya menunggu embun menghilang pagipun datang, menjelang mentari bersinar terang, gemerlap berubah remang menjadi benderang.

by. imam ratili

Tidak ada komentar:

Posting Komentar